kisah seorang pendo’a

May 25, 2007 at 11:32 am | In mbuh.. | 1 Comment

Ketika kumohon kepada Allah kekuatan…
Allah memberiku kesullitan agar aku menjadi kuat

Ketika kumahon kepada Allah kebijaksanaan…
Allah memberiku masalah untuk kupecahkan

Ketika kumohon kepada Allah kesejahteraan…
Allah memberiku akal untk berfikir

Ketika kumohon kepada Allah keberanian…
Allah memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi

Ketika kumohon kepada Allah sebuah cinta…
Allah memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong

Ketika kumohon kepada Allah bantuan…
Allah memberiku kesempatan

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta
Tapi aku menerima segala hal yang kubutuhkan

Do’aku terjawab sudah.. :)

by :Zoel…ita

masih terus nyari…

May 25, 2007 at 7:52 am | In mbuh.. | 3 Comments

Semua orang melakukan perjalanan dalam pengembaraannya menuju kebenaran. Ada yang menemukan jalan dengan begitu mudah, meyakini kebenarannya dan istiqomah didalamnya. Tidak sedikit yang mengalami pencarian yang penuh liku, panjang, meski tetap dengan keyakinan tinggi pada tujuan yang akan ditemuinya. Keduanya adalah proses yang jauh lebih baik ketimbang mereka yang diam dalam ketidakberdayaan. Merasa aman dalam lingkaran status yang jelas-jelas mengukung sumber daya akal yang difitrahkan kepadanya. Tapi terkadang kita temukan pada baris-baris kebenaran, sesuatu yang sangat naïf. Klaim-klaim yang tak layak yang mereka sematkan pada diri dan bangunan kebenaran itu. Bagi seorang pencari tentu saja hal tersebut menjadikan mereka harus lebih bijak dalam memilih, apakah itu suatu keniscayaan atau hanya kepalsuan yang terbungkus dalam kain sutra yang indah. Selain itu sang pencari harus juga melihat dengan benar, memilah, menyaring untuk kemudian memilih satu diantara tawaran-tawaran kebenaran yang datang padanya. Tentu saja bahwa tidak selamanya pilihan yang dia ambil adalah kebenaran yang tak pernah salah, pintu-pintu kesalahan tetap terbuka karena bangunan kebenaran ini adalah kumpulan-kumpulan manusia yang mencoba menginterprestasikan pesan-pesan Sang Pemberi Rahmat dan utusan-utusanNya. Kumpulan ini tentu saja akan dirasuki oleh kesalahan dan kealfaan yang merupakan bagian asasi dari dirinya. Dan itu adalah sebuah kewajaran.

Kewajaran akan keterbatasan inilah yang seharusnya menyelubungi setiap potensi berpikir manusia. Kesadaran akan kewajaran ini akan membantu manusia memahami keadaan dunia dengan semua derivasinya. Sikap saling menyalahkan dan merasa paling benar menjadi barang yang asing karena mereka sadar akan fitrah yang diberikan Sang Pembolak-balik hati. Kesadaran akan kewajaran dan kekurangan setiap manusia dengan barisan bangun kebenarannya membuat setiap diri memahami pentingnya kesatuan barisan untuk mencapai tujuan bersama. Tujuan mulia atas tertancapnya nilai-nilai Robbani dialam semesta.

Yang menyedihkan kadangkala mucul dari sedikit orang-orang yang sudah menemukan kebenaran. Dengan perasaan jumawa menegasikan peran bangunan lain dalam kesatuan perjuangan umat Muhammad….

Tapi mengapa kalian tidak pernah bersinergi untuk tujuan yang jelas-jelas sama…..

by : Anynomous

Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.