aku & Dia

July 11, 2007 at 9:34 am | Posted in mbuh.. | 3 Comments

Fitrahnya manusia mempunyai tiga jenis naluri,

1.       Naluri bertuhan

2.       Naluri untuk mencintai

3.       Naluri eksistensi diri

Mau gak mau,ya memang itulah naluri manusia. Akan sangat wajar jikalau manusia ingin mendapatkan kehormatan, harta melimpah, untuk mencintai dan menyayangi sesama. Dan akan sangat wajar jikalau manusia membutuhkan tuhan untuk menyalurkan naluri kehambaanya.

Namun seringkali, dalam hidup, hanya dua naluri manusia yang sering mendominasinya. Naluri untuk mencintai dan eksistensi diri. Harta menjadi tujuan, kehormatan menjadi impian, dia menjadi segalanya. Inilah yang kemudian menjadi tembok beton untuk meraih cintaNya. Hingga kemudian naluri bertuhan hanya muncul di saat-saat manusia sedang dalam kondisi tak berharta, tak terhormat, dan tak ada lagi si dia, kondisi  mepet,kondisi yang dirinya tak tahu lagi lari ke mana?! yang tak tahu lagi kepada siapa?! Tuhan yang telah dan selalu mudah untuk dilupakan.

Tak ada salahnya berharta, pun tak salah terhormat dan bangga, juga memiliki si dia. Namun fitrahnya, harta,tahta dan dia menjadi pintu menujuNya.

Maka,ketika dua naluri [mencintai dan eksistensi] masih mendominasi, masih ada sebagai tujuan, tuhan tak akan pernah ada di benaknya.

Maka,seharusnya tak ada lagi kamu,dia,mereka,kita….yang ada hanyalah aku dan Dia. 

3 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. aku & Dia?

    “Maka,seharusnya tak ada lagi kamu,dia,mereka,kita….yang ada hanyalah aku dan Dia.”

    pada post sebelumnya(0),dikatakan ego=0, kalimat diatas ego bukan ya? dengan meniadakan ‘kamu’,’mereka’?
    kalimat diatas subjektif atau berlaku universal gk ya?

    jika nonaienx bilang:”Kamu,dia, mereka,kita tak ada…yg ad hanya aku & DIa”
    gmn kalo ‘kamu’,’dia’,’mereka mengucapkan kalimat yang sama??
    ‘kamu’ bilang: “kamu(nonaienx),’dia’,’mrk’ tak ada,,,”
    ‘dia’ bilang:”‘kamu’,dia(nonaienx),’mrk’ tak ada,,,”
    akhirnya yg ad adlh saling meniadakan,bukankah ini ego tingkat tinggi?

    knp tdk kita katakan: “DIa bilang…..”??

    “Maka,ketika dua naluri [mencintai dan eksistensi] masih ada sebagai tujuan, tuhan tak akan pernah ada di benaknya.”

    aku&Dia?mungkinkan itu adlh ekspresi dari naluri mencintai diri sendiri???

    knp tdk kita katakan:”Dia,Dia dan Dia…..”??
    whb~

  2. mungkin perlu di bahas dan di kaji ulang mengenai definsi “ego”.. yang ingin saya sampaikan hanyalah bahwa satu2 nya ego yang musti di sisakan adalah ego untuk menghamba padaNya. hingga tak memberi tempat bagi kamu,dia,mereka.

  3. ego untuk menghamba padaNya. apakah menyisakan ego untuk diri sendiri [ 1=satu-satunya ego yang musti disisakan adalah ego untuk menghamba padaNYA; 2=tak memberi tempat bagi kamu, dia, mereka;]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: