yang wajar saja..

July 28, 2007 at 6:36 am | Posted in mbuh.. | 2 Comments

“menjalani hidup apa adanya” adalah sebuah teori yang sederhana, namun cukup rumit penafsirannya.
bagi saya,menjalani hidup apa adanya adalah, menjalani hidup sebagaimana hidup sewajarnya. sesuai dengan hukum alam.
dan berbicara wajarnya sebuah kehidupan,akan beragam pula penafsirannya.
dan adalah sebuah kewajaran bila manusia hidup sebagai mahluk individu dan mahluk sosial. sebagai mahluk individu,manusia adalah siapa dan bagaimana dirinya. sebagai mahluk sosial,manusia hidup bersama orang lain.
bersama orang lain,adalah tidak hanya bertanya siapa dan bagaimana saya, tapi juga siapa dan bagaimana mereka?
tidak sekedar bertanya apa saya bahagia? tapi juga apa mereka bahagia?
tidak sekedar saya makan apa?tapi juga mereka makan apa?
tidak hanya mendengarkan apa kata saya?tapi juga apa kata mereka?
memang lebih rumit. dan melelahkan pastinya. tapi ya memang itulah wajarnya hidup.
ada sebuah teori bahwa hal dinyatakan wajar atau normal,jika kebanyakan
orang begini adanya. maka yang begitu dinyatakan tidak normal.
maka,base on teori tadi,individualisme telah menjadi suatu kewajaran saat ini.
meskipun individualisme bertentangan dengan hukum alam.
dalam sebuah teori sebuah ideologi kapitalisme,individualisme adalah suatu hal yang sangat wajar. hal ini bisa ditilik dari sistem ekonomi kapitalisme.yang menyatakan bahwa “dengan modal sekecil2nya,raih keuntungan sebesar2nya”.akibat dari sebab tersebut secara wajar adalah yang kaya semakin kaya yang miskin semakin miskin.
maka,karena payung dunia saat ini adalah sebuah sistem yang menumbuhkan dan
menyuburkan individualisme,akan sangat wajar-berdasar kacamata kapitalisme- akan
individualisme adanya.

bagi saya,sebuah sistem yang memayungi dunia saat ini tidak sesuai dengan
wajarnya dunia,tidak sesuai dengan wajarnya manusia,tidak sesuai dengan fitrahnya.
karena saya ingin menjalani hidup apa adanya,saya lebih memilih menggunakan kacamata
dunia wajarnya. untuk mengembalikan fitrah saya,anda sebagai manusia sebagai bagian
dari dunia.

2 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ing, liat pulpen saya ga?

  2. weleh..endak dje co..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: