sebuah definisi..

September 12, 2007 at 7:58 am | Posted in mbuh.. | 9 Comments

“jangan ngomongin politik” begitu ujar seorang teman kepada saya.

sebenaranya saya juga bingung ketika mendapatkan pernyataan tersebut. masalahnya mungkin definisi politik kami berbeda. lah bagaimana tidak?! politik yang beliau fahami adalah politik seperti yang di fahami umunya manusia saat ini. yakni politik. yang kemudian secara ringkas dan yang paling poluler adalah bahwa politik merupakan seni meraih kekuasaan. sehingga kemudian timbul image yang bercerita bahwa politik itu kotor, hina dina, dll yg semacamnya. sehingga kemudian secara tak langsung menimbulkan sebuah pengertian bahwa untuk menjadi orang yang suci,bersih dll yang sejenisnya, haruslah di hindari yang namanya itu politik. sehingga lagi, politik kemudian menjadi konsumsi yang mahal dan butuh orang yang ‘super suci’ atau ‘sekalian kotor’ yang berhak membicarakannya, supaya saya yang setengah-setengah gini ndak ikutan kotor. ok..maturnuwun atas nasehatnya.

tapi alangkah naifnya [bagi saya] jika memahami sebuah pengertian sebuah kata hanya berdasarkan satu persepsi sahaja. saya disini tidak hanya tinggal sebagai WNI Sahaja. ato merupakan bagian dari sebuah sistem yang sedang bernaung saat ini. tapi saya juga hidup sebagai seorang muslim. dan tentunya saya juga harus adil untuk kemudian melihat definisi sebuah kata tersebut dari persepsi yang lain. yakni islam.

Definisi politik (as-siyasah) dalam perspektif Islam adalah pengaturan urusan-urusan masyarakat dalam dan luar negeri– berdasarkan hukum-hukum syariah Islam. olitik ini dilaksanakan secara langsung oleh negara Islam (Khilafah) dan diawasi oleh individu dan kelompok rakyat (lihat Taqiyuddin An-Nabhani, Mafahim Siyasiyah li Hizb Al-Tahrir, hal. 1). Itulah makna politik yang diistinbath dari berbagai dalil, di antaranya dari hadits Nabi SAW :

Adalah Bani Israil, yang mengatur urusan mereka adalah para nabi. Setiap kali meninggal seorang nabi, maka digantikan oleh nabi yang lain dan bahwasanya tidak ada nabi sesudahku dan akan ada para Khulafa` dan kemudian akan banyak sekali (jumlahnya). [Shahih Muslim, hadits no. 1842].

Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari (Juz VI hal. 497) memberi syarah (penjelasan) hadits di atas, …di dalam hadits ini ada isyarat bahwa tidak boleh tidak rakyat harus mempunyai seseorang yang mengurus berbagai urusan mereka, membawa rakyat ke jalan yang baik, dan menolong orang yang dizhalimi dari orang yang berbuat zhalim. Imam An-Nawawi dalam Syarah Muslim (Juz VI hal. 231) mensyarah hadits di atas dengan mengatakan, Mereka (para nabi Bani Israil) mengatur berbagai urusan Bani Israil itu, sebagaimana yang dikerjakan oleh para pemimpin (umara`) dan para gubernur/wali (wulah) terhadap rakyat. Dan politik (as-siyasah) adalah melaksanakan sesuatu dengan apa yang membuatnya menjadi baik (al-qiyaam ala al-syai` bimaa yushlihuhu).

Jelaslah, politik adalah bagian integral dari Islam, seperti halnya sholat yang jelas merupakan bagian integral dari Islam. Islam tanpa politik ibarat Islam tanpa sholat.

karena saya lebih bangga sebagai moslem daripada sebagai WNI atau  pelaku dari suatu sistem yang kini menanungi, maka saya juga dengan bangganya lebih memilih defnisi politik yang telah didefinisikan oelh islam.

dengan sedemikian gamblangnya, maka oleh islam, politik merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan. bicara tentang harga cabe, tentang kenapa Microsoft berlisensni, kenapa TA hanya menjadi paper-paper berserakan,kenapa lapangan kerja semakin sempit,tentang harga nasi goreng yang telah naik,  merupakan pembicaraan politik.

jadi,klo saya dilarang untuk berbicara,bergabung,nyemplung di politik, saya jadi bingung. lalu saya harus hidup di mana? hidup bersama siapa? dan lagi saya harus melanggar perintah rasulNya yang telah diungkapkan dalam sebuah hadist : “Barangsiapa yang bangun tidur dipagi hari tanpa memperdulikan urusan (politik) umat ini, maka dia bukan dari kalangan mereka (umat Muhammad SAW)” ” (al-Hadis). 

duh gusti,nyuwun ngapuro..daripada saya ndak dianggep sebagai umat rasulMu,mending saya tidak dianggap sebagai bagian dari pelaku sistem yang kini menaungi [dengan tidak menggunakan definsi politik yang telah di definisikan] .

begitu sempurnanya islam, begitu indahnya, hingga darinya tak ada sesuatu yang menghinakan. tidak ada sebuah definisi bahwa politik itu kotor. dan begitu ibanya saya pada kata politik yang telah di fitnah  sehingga dirinya tampak begitu kotornya, begitu hinanya, hingga harus dihindarkan dari kehidupan.

9 Comments »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hai…

  2. Mbak ienx….artikele mak nyusss…. ;))
    Disirami terus ya kebunnya…
    Seneeeng deh mbacanya…. ^-^

  3. Gitu aja kok binggung!!!
    politik itu biasa kok, gak da yg sitimewa….
    mo berpoltiik ok, gk jg ok.
    Pokoke serahin dech semua ke ahliye
    Kate Muhammad saw: dia tu nyuruh spy umat itu ngurusin urusan dunianya sedniri gitu…
    ….

  4. wa..reference of my article, manusia bepolitik itu.. harus dje!! ;p

  5. woy……Nabi Muhammad kyaknya g ngajurin gtu dh….dy nyuruh tntng ngurus umatnya yang berarti jauh dari hawa nafsu dalam politik,,,,tp politik terkadang ga sehaat…bahakan ada istilah politik itu kotor, sehingga banayak orng yang berkecimpung di dunia politik ikut terpengaruh kekotorannya,,sekarang parpol pun begiitu, kotor banget, coba liat kampanye, saling menjeleki satu sama lain, padahal kita kan satu umat..politik sehat mnurut alquran adalah..
    “Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan oleh Allah SWT dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu” (TQS. Al-Maidah [105]:48)

    nah, sehrusnya para pmimpin politik jgn kena hawa nafsu mulu, gra2 kmpnye duit abis malah ngambil duit rakyat….
    POLITIK ITU KOTOR

  6. 🙂 lagi-lagi klo reference of my article, klo pembicaraan politik hanya dipersempit di bidang kekuasaan sahaja, dan dalam sistem saat ini, ya.. memang kotor brur.. tapi yg saya fahami, pembicaraan politik itu pembicaraan mengenai urusan umat, dan ndak semua urusan umat kotor to?! .. :d

  7. Ahhhh….klo gw ma sejuju ma politik identik dengan kekuasaan, perebutan kekuasaan, sikat sana sikut sini!!!! Ujung2nya menyengsarakan yg dipimpin!!!!

    Whatever…

  8. 😀.. ya monggo saja, setiap manusia mempunyai kemerdekaan berfikir dan bersikap.. silakan anda dengan pendapat anda, dan saya juga tetap dengan pendapat saya..🙂 insyaAllah kita mempunyai dasar argumen yang jelas dalam berpendapat.. sehingga bisa dipertanggung jawabkan kelak..🙂

  9. just think out side the box (yak!) ;))


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: