Kasuba

October 22, 2007 at 5:18 am | Posted in mbuh.. | 1 Comment

base on true story.

ketika terjadi konflik moslem-kristen di maluku lalu, dirinya masih berusia 6 tahun.
beberapa anak-anak kecil dan wanita di amankan di dalam gua. termasuk dirinya.
saat itulah,dirinya terpisah dari keluarga kandungnya.
ketika ada kapal merapat di pulau itu, dirinya dan teman2nya yang lain berusaha untuk
naik kapal.di dalam kapal,yang bisa dilakukannya hanyalah menangis, hingga kemudian
nahkoda kapal menurunkan dirinya berserta dua temannya, dan meninggalkannya di dalam hutan.
sesampainya di hutan, mereka berpisah. masing-masing berjalan berdasarkan instingnya.
dengan kaki-kaki kecilnya, mereka menelusuri hutan,hari demi hari. dan dia,
hingga akhirnya menemukan sebuah pemukiman.
dia menemukan sebuah pohon pepaya,yang kerana perut laparnya, dia memanjat pohon tsb untuk mengambil buahnya. siapa nyana ternyata pada akhirnya dirinya dijadikan
anak angkat oleh pemilik pohon pepaya tsb.
oleh keluarga barunya dia ditemukan dengan sabuk yang melingkar di pinggangnya. tertera nama dirinya dan orang tuanya.

namanya Kasuba. lengkapnya Muhammad Kasuba.

asalnya dari ternate maluku. tepatnya dia tak ingat, pun tak ditulis di sabuknya.
dirinya di biayai hingga menyelesaikan sekolah dasarnya di kampung terpencil itu.
menginjak SMP dia tak lagi tinggal bersama keluarga barunya itu, dia pindah ke kampung lain yang terdapat SMP. selama belajar di SMP dirinya tinggal di mushola dekat sekolahnya.
dengan biaya hidup yang ditanggung oleh kepala sekolahnya dia menyelesaikan studinya.
hingga akhirnya dia harus pindah kampung lagi untuk menuntu ilmu di SMU. selama belajar SMU diapun tinggal di mushola dekat SMU nya. biaya hidup ia dapatkan dari kerja serabutan dari tetangga-tetangganya. ada kalanya dia menjadi tenaga pemanjat pohon kelapa, dll.
3 tahun kemudian, SMUnya memberinya beasiswa sebesar 3 jt untuk melanjutkan kuliah di yogya. hingga kemudian dia sampai di yogya pada bulan agustus di tahun 2007.
dengan berbekal 3 juta,dia melakukan daftar ulang di sebuah fakultas di universitas ternama di yogya. D3 Ekonomi UII. tak tahulah ia bahwa universitas yang ditujunya adalah universitas yang ‘tidak murah’. sisa uang yang digenggamnya digunakan untuk uang perlengkapan ospek, dan biaya hidup di jogja. kerana tak ada dana untuk kos, dirinya lagi-lagi mencari musholla untuk tempatnya berteduh. singkat cerita,sampailah ia di sebuah dusun candi karang. tepatnya di masjid candi karang. ia mencari lowongan menjadi marbot, dan ia ditolak. tak putus asa, dia kembali hingga tiga kali. setelah mendengar cerita yang mengalir darinya, sang marbot lama pun mengjinkan kasuba untuk menjadi marbot dan tinggal di masjid candi karang. gudang, ia jadikan kamar. tetangga, ia jadikan
saudara. disanalah kasuba memulai hidup barunya. lingkungan baru, sekolah baru, dan..keluarga baru. dan entah apa yang akan tertulis lagi di catatan nasibnya. kerana cerita baru berhenti sampai ini.

awalnya, saya fikir cerita kasuba hanyalah ada di sinetron2 sahaja.dan ternyata, cerita ini begitu nyata. dan ada di dekat kita.
bagi saya, cerita tentang kasuba mengajarkan saya akan banyak hal.
bahwa,siapa yang bersungguh-sungguh dia kan menemui keberhasilan. dengan kondisi yang sangat terbatas, namun dengan tekad kuat untuk menuntut ilmu,dirinya akhirnya bisa terus melanjutkan ke jenjang pendidikan kuliah.
bahwa,Allah telah menyiapkan rezeki bagi setiap mahlukNya. bahkan untuk seorang kasuba yang sebatang kara, Dia tak pernah membiarkan kasuba sendirian.Dia selalu menyiapkan teman dan saudara bagi kasuba.
dimanapun kasuba berada, Dia selalu menemaniNya.
bahwa,semestinya pemerintah NKRI memberi perhatian lebih bagi daerah-daerah rawan konflik. entah bagi korban,pelaku, atau bahkan dalang konflik.pemerintah seharusnya bisa mencegah dan menyelesaikan konflik daerah yang tentunya termasuk bagian dari negeri.untung kasuba memiliki jiwa yang kuat dan iman yang kokoh.
tapi siapa yang tahu nasib saudara-saudara kasuba yang lain. bagaimana nasib dua temannya yang hilang di hutan? nasib ibu-ibu dan anak-anak lainnya? nasib bapak-bapak yang ikut berperang?

penyelesaian ndak cukup hanya membiayai dan merawat kasuba. mengusut akar permasalahan akan menjadi sebuah solusi ideal.

sumber : bu Candy (bu dukuh candi karang)🙂

1 Comment »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. saya sekarang bermukim di ternate, maluku utara… cuman sharing saja, bupati halmahera selatan saat ini bernama muhammad kasuba juga… dan beliau adalah bupati pertama yang berasal dari PKS, dan kini halmahera selatan telah mampu menganggarkan 20% APBD-nya untuk bidang pendidikan…

    dan di sana pendidikan gratis dari SD sampai SMA bisa dipenuhi…. salut!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.
Entries and comments feeds.

%d bloggers like this: